YAHUKIMO - Di tengah keheningan Distrik Dekai, Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan, sebuah pemandangan hangat tersaji. Para prajurit dari Satgas Pamtas RI–PNG Mobile Yonif 5 Marinir tidak hanya menjalankan misi pengamanan perbatasan, melainkan juga merajut keakraban dengan membeli hasil panen warga. Ubi, pisang, dan aneka sayuran segar yang dijajakan warga dengan peralatan sederhana, kini berpindah tangan berkat kehadiran para pelindung negeri.
Keakraban terpancar jelas saat anggota Satgas Marinir berinteraksi dengan penduduk setempat. Lebih dari sekadar transaksi jual beli, momen ini menjadi sarana komunikasi dan berbagi cerita. Para prajurit mendengarkan langsung denyut nadi kehidupan warga yang sehari-hari bergantung pada hasil bumi.

“Kami merasa terbantu karena hasil kebun kami dibeli. Kehadiran bapak-bapak Marinir membuat kami semakin semangat bekerja untuk memenuhi kebutuhan keluarga, ” ungkap Leonie, salah seorang mama Papua yang berjualan di lokasi, Rabu (20/5/2026).
Komandan Satgas Pamtas RI–PNG Mobile Yonif 5 Marinir, Letkol Marinir T. Pristiyanto, S.E., M.Tr.Opsla., menegaskan komitmen satuan untuk memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
“Kehadiran prajurit di tengah masyarakat harus membawa dampak positif. Kami ingin membangun hubungan yang baik dengan warga melalui kegiatan sederhana yang bisa membantu dan memberi manfaat langsung, ” ujarnya.
Beliau menambahkan, pentingnya profesionalisme dalam menjalankan tugas pengamanan tetap menjadi prioritas.
“Saya tekankan kepada setiap prajurit agar selalu meningkatkan kesiapsiagaan dan mengutamakan prosedur operasional dalam setiap pelaksanaan tugas, ” tegasnya.
Kegiatan ini menjadi bukti nyata bahwa kehadiran Satgas Marinir di Papua melampaui tugas penjagaan semata. Mereka hadir sebagai mitra masyarakat, mendukung geliat ekonomi lokal, dan mempererat tali persaudaraan demi terciptanya kedamaian dan harmoni di Kabupaten Yahukimo.
(PERS)
